Masjid Djenne, Masjid Unik di Afrika

Sabtu, 24 Agustus 2013 10:35


berhati.com - Masjid Djenne yang megah ini dibangun tahun1907 sungguh unik karena masjid ini murni menggunakan bahan dasar lumpur, tepatnya di Kota Djenne negara Mali di Afrika Barat.

Seperti dikutip dalam buku "101 Historic Hideaways", Kota Tua Djenne yang menjadi pusat penyebaran Islam ini, terkenal dengan Masjid Djenne yang terbentuk dari bata lumpur. Tidak hanya itu, Masjid Djenne ini pun dikenal sebagai bangunan lumpur terbesar di dunia.

Lumpur yang digunakan untuk masjid ini bukanlah lumpur sembarangan. Sebelumnya, bata lumpur yang dikenal dengan ferey dikeringkan terlebih dahulu dengan menggunakan panas matahari.

Untuk mempercantik penampilannya, dinding Masjid Djenne juga diplester menggunakan lumpur. Oleh karena itu, bila dilihat dari luar, bangunan ini memiliki tampilan halus dengan lekukan-lekukannya yang teratur.

Bentuk masjid ini pun menyesuaikan dengan letaknya yang berada di negara beriklim panas. Dinding lumpur yang memiliki ketebalan sekitar 40 cm-60 cm selain berfungsi untuk menahan berat masjid, juga berfungsi untuk melindungi bagian dalam masjid dari sinar matahari.

Di siang hari dinding masjid terasa hangat, sedang di malam hari perlahan-lahan menjadi sejuk. Adanya struktur kayu yang menopang masjid ini juga memberikan kesan sejuk di bagian dalam masjid. Masjid ini mampu menampung sekitar 3.000 jamaah.

Akan tetapi letak Masjid Djenne yang dekat dengan Sungai Bani membuatnya rentan terkena banjir, khususnya ketika air sungai meluap di musim hujan. Saat musim semi tiba, ribuan penduduk Djenne bersiap untuk memplester kembali masjid ini dengan lumpur yang sudah dicampur dengan sekam.

Masjid seluas 5.625 meter persegi ini pun terkenal hingga ke seluruh dunia. Banyak umat Muslim dan turis dari seluruh dunia yang ingin menyempatkan waktu untuk singgah di Masjid Djenne.

Setiap tahunnya, masjid yang termasuk dalam situs sejarah dunia UNESCO ini menjadi destinasi favorit di Afrika Barat. Tidak hanya sekadar travelling atau beribadah, sebagian turis juga memanfaatkan kunjungan ini untuk memperdalam ilmu agama Islam. (cay/int)



Berita Terkait
Gua Maria Kerep Ambarawa
Vihara Nam Hai Kwan Se Im Pu Sa, Sukabumi
Masjid Ajaib di Turen Malang
Kita Bersaudara
Komunitas Berhati @kick Andy